Friday, 2 May 2014

Secarik Rindu dari Bapak






Wahai, Putriku...



Assalamu'alaikum...

Apa kabarmu di negeri orang, sayang?
Baik-baik saja kan?
Jauh di kampung halaman, Bapak senantiasa berdoa untuk kebaikanmu, keberkahanmu, keselamatanmu... Pagi, siang, sore dan malam, tak jemu Bapak lantunkan puji-pujian kepada Allah, agar Dia menjagamu di saat jauh dari jangkauan Bapak.

Putriku sayang, Bapak ingat semasa kecilmu dulu kau begitu lugu dan patuh. Meski besar tanpa belai kasih Ibu, namun kau mampu menjadi gadis kecil yang lincah dan periang. Bapak sangat bangga pada kepintaranmu yang tak kalah dengan kawan-kawanmu yang memiliki ibu.

Hingga saat kau lulus SMA, kau putuskan untuk belajar mandiri. Kau merantau ke Jawa Barat. Bahkan kau juga sempat melanglang buana ke negeri orang. Sampai sekarang setelah sekian tahun, Bapak hanya menghitung sebelah jari saja tentang kepulanganmu mengunjungi Bapakmu yang kian renta ini.

Putriku, rindu memang rindu. Bapak rindu membelai dan membuaimu. Namun gadis kecil Bapak telah tumbuh menjadi gadis remaja 'gaul' yang tak lagi sepolos dan selugu dulu.

Setiap kali Bapak mencoba mengingatkan, jawabanmu selalu sama,

"Tenanglah, Bapak! Ananda mencintai Bapak meski Ananda jarang bisa pulang kampung menjenguk Bapak."

Putriku sayang, Bapak tahu kau mencintai Bapak, orang tua tunggalmu ini. Tapi cinta tak hanya sebatas lewat kata-kata. Bukan kiriman jutaan rupiah yang Bapak harapkan, bukan itu, sayang!

Cintailah Bapak sepenuh hatimu, selagi Bapak masih diberi kesempatan menghirup udara, selagi penyesalan belum menjejali hatimu, sekali lagi Bapak ingatkan,

"Cintailah Bapak dengan sebenar-benarnya cinta!"

Dan seperti biasa engkau akan bertanya balik,

"Cinta yang bagaimana lagi, Bapak?"

Maka kali ini ijinkan Bapak sampaikan yang sebenar,

Bantu Bapak, jaga Bapak dari jilatan api neraka ya...

...

Dengan tetap menjaga kehormatan auratmu agar tak nampak dari mata jalang lelaki yang bukan muhrimmu. Karena Bapak pun laki-laki, Bapak tahu pasti hasrat diri karena bisikan nafsu.

Karena selangkah dirimu keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah pula Bapak mendekat ke neraka...

...

Berjanjilah pada Bapak, apapun godaan di negeri orang, kau akan tetap mengenakan jilbabmu itu. 

Hingga suatu hari nanti, Allah berkenan mempertemukanmu dengan lelaki kedua dalam hidupmu yang akan mengambil alih kewajiban dan tanggung jawab Bapak...

Kau selalu cantik dalam mata Bapak... cantik karena kau jaga maruahmu dengan baik... cantik bak mutiara yang tersimpan sempurna dalam balutan jilbabmu, putriku...

Bapak selalu mencintaimu... selalu...




Salam rindu untukmu, Putriku sayang

Ttd.

Bapak

6 comments:

Anisa Ae said...

Hiks, kangen Bapak juga. :'(

Cek Noer said...

Makin cinta sama Ayah.

rakazho said...

"Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Ayah Tiada Terkira..."
mereka hanya berharap anak sholeh dan sholeh, kelak menggiring mereka masuk ke Raudatul-Jannah...

Penyul Tunyil said...

bapak..

Ning Sehati said...

Bapakku, pahlawanku :)

Ida Fatmawati said...

Bapakq seorang pendiam.. hanya tatap mata beliau yg selalu bicara.. tanpa kata sdktpun aq selalu tau ketika aq salah.. pak e kangen ����������

Post a Comment

 
;