Friday, 21 March 2014

The 3rd Antology



Alhamdulillah...

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...



Sekali lagi sujud syukur hamba kehadirat-Mu, Allah Ya Rabb...


Dalam waktu seminggu, nongol lagi antologi ketiga yang semula aku rada pesimis mengingat jumlah peminat yang telah mengirimkan naskahnya lumayan membludak juga, 1100! Angka yang fantastik untuk seorang amatiran sepertiku...

Mengangkat cerita perjuangan seorang tenaga kerja non-formal Hong Kong atau biasa disebut sebagai Buruh Migran Indonesia HK, ternyata mampu menarik minat team admin lomba, dan memberikan kesempatan pada karyakuntuk masuk dalam buku ke-4...

Meski tak juara dan tak masuk dalam 10 besar karya terbaik, tapi karunia ini sangat kusyukuri...

Dengan harapan agar para pembaca di tanah air yang selama ini lebih banyak menilai kami dari sisi negatif, bisa sedikit merubah paradigma yang terlanjur melekat itu, menjadi sebuah penerimaan yang lebih manusiawi...

Bahwa kami pun di negeri orang tengah berjuang, berjihad melawan segala macam rasa... kangen keluarga, hampir putus asa karena susahnya beradaptasi dengan perbedaan bahasa dan adat istiadat, diskriminasi, cuaca dan yang lebih berat adalah tentang kewajiban beribadah.

Kutuliskan cerita ini apa adanya, tak ada kesan berhiperbola atau melebih-lebihkan, karena perjuangan yang tulus dan tak kenal pantang menyerah memang dijanjikan Allah dengan balasan yang setimpal.

Siapapun para pembaca antologi ini, kuharapkan... jangan lagi mengecam kami... jangan lagi meremehkan dan merendahkan kami... jangan lagi pandang kami sebelah mata... karena perjuangan kami jauh di negeri orang sangat berat, penuh cucuran air mata tak hanya tetesan keringat.

Sekali lagi, semoga sekelumit cerita yang aku hadirkan bisa membuka mata hati bahwa kami pun mungkin saja diberi-Nya hidayah dan keberkahan, limpahan rezeki dan cucuran kasih-Nya... sama seperti yang bekerja di tanah air dengan profesi yang lebih terpandang.

Akhir kata... 

"Dimanapu, kapanpun dan bagaimanapun... hukum menuntut ilmu Allah adalah wajib"


Salam

0 comments:

Post a comment

 
;